Minggu, 28 September 2014

sahabat setia pendakian Gunung






ini kisahku. bersama sahabat setia, yang senantiasa menemani petualangan pendakian Gunung.
dia hanyalah benda mati. mungkin saja bisa dikatakan orang gila, ketika kita berbicara dengannya. tapi, ini pernah dan bahkan sering terjadi dimana berbicara tidak selamanya harus dilakukan pada manusia saja.

ketika musim pendakian Gunung tiba, aku selalu bersamanya. membawanya, kemana kakiku melangkah. tak jarang aku menghempaskan begitu saja di gerbong kereta, di baggasi bus antar kota, bahkan di bak truck pengangkut sayur yang kotor dan bau menyengat.

dia yang selalu setia berada dipundakku. mengapit erat, seakan takkan terpisahkan oleh ruang dan waktu. bersamanya menelusuri tapak-tapak jalanan berbatu cadas, tanjakan nan terjal, diapit jurang nan dalam. melewati badai, derasnya hujan, dinginnya hawa pegunungan, kabut yang tebal. tapi kita selalu bersama.

seringkali aku menghempasnya ketanah yang kotor, ketika rasa lelah yang begitu terasa seakan meluluhlantakan badanku. ditambah lagi jalanan terjal didepan mata yang nyaris tak berujung.
tapi kembali aku mengangkatnya, dan menempel erat dipunggungku. tuk bersama melewati jalanan terjal itu sambil berkata :
" mari kita lanjutkan lagi perjalanan ini "

dan luapan bahagia disertai airmata bercampur jadi satu, ketika telah berada di puncak Gunung yang dituju. aku memeluknya, seraya berkata :
" kita sudah sampai, sahabatku "


ketika liburan telah usai, engkau hanya digantung begitu saja. menghiasi dinding-dinding kamar. tapi engkaulah sahabat perjalananku. andai dapat berbicara, pastinya engkau akan mengatakan pada dunia, bahwa betapa dahsyatnya perjalanan yang pernah kita lewati bersama.

tapi aku berjanji. petualangan selanjutnya sudah menanti kita sahabatku. bahkan ini lebih dahsyat lagi dari sebelumnya. pastinya aku akan selalu membawamu, tuk bersama kita menggapai puncak di tingginya Gunung.



1 komentar:

Dieng mengatakan...

nice posting , tetaplah jadi sahabat sejati