Jumat, 12 September 2014

Kelok Sembilan - jalan layang ditengah belantara

tempat ini dulunya berupa jalan raya biasa, yang berkelok melipir diantara bukit yang memanjang.
karena seringnya terjadi kecelakaan, pemerintah setempat akhirnya membuat sebuah jalan layang yang sangat indah, dan berada ditengah hutan tropis yang masih terjaga dengan baik.
berada di jalur trans Padang - Pekanbaru, menjadikannya sebagai tempat favorit bagi para pengguna jalan untuk beristirahat sejenak, sambil menyaksikan keindahan arsitekturnya.

perjalanan solo travelling di Sumat'ra Barat kali ini, membawaku ingin melihat tempat ini secara langsung.
apalagi para sahabat traveller sering menulis keindahannya lewat blog-blog pribadi mereka.
ahhh, semakin penasaran saja dibuatnya.

menumpang mini bus dari Payakumbuh, dengan lama perjalanan hampir 2 jam, tak membuatku larut dalam perjalanan panjang yang melehkan ini. apalagi panorama alam disini yang sangat indah, sebagai obat pelepas lelah selama perjalanan.

                    trans Padang - Pekanbaru

jalan ini sangat mulus, karena penghubung antar Propinsi kali yah. dengan lintasan awal melewati perkampungan penduduk, kita dimanjakan oleh keindahan tebing dan sawah sebagai penghias di kiri kanan sepanjang perjalanan.



                    salah satu sudut jalan



                    memasuki hutan tropis


lepas dari perkampungan, pemandangan sudah mulai berubah. hutan tropis menggantikan panorama alam sebelumnya. dengan kontur jalan yang berkelok dan terus menanjak, sebagai pertanda bahwa sesaat lagi kita akan mendekati "Kelok Sembilan", yang ditandai dengan saat melewati sebuah jembatan keci.


                    jalan layang "Kelok Sembilan"


beberapa saat setelah lepas dari jembatan, di depan kita nampak sebuah jalan bak melayang di tengah rimba belantara, diapit 2 sisi bukit yang berbaris.
mengitari jalan ini cukup lama memakan waktu, karena jalan layang ini selain berkelok, juga memilki 4 tingkatan, seperti yang tertulis di tiap-tiap sisi jembatannya. dan saya pun segera turun pada salah satu bangunan permanen, yang berfungsi sebagai Pos Polisi.
segera beranjak dari tempat itu, sembari mengabadikannya dengan kamera kesayangan.


                           foto dari depan Pos Polisi

kembali berjalan kaki untuk menuju ke menara pandang, dengan melewati jalan tanjakan yang cukup terjal.
ternyata ditempat itu sudah berkumpul banyak orang yang sedang berfoto ria. ada beberapa rombongan wisatawan lokal dengan membawa mobil pribadinya, seperti terlihat banyaknya mobil yang parkir dipinggir jalan.


                    eiiit, nampang dulu . . .

disepanjang menara pandang, berjejer pedagang asongan yang menjual minuman dan makanan kecil.
sambil melepas lelah, 2 jagung bakar pun seketika ludes kumakan. udah lapar hehehehe.....


                    foto dari menara pandang


                    "Elok Nian", kata orang Minang

dan senja pun kian menyapa, disertai rintik hujan yang membasahi jalanan ini. sembari menunggu angkutan umum, saya segera menepi disalah satu warung. tak lama kemudian, mini bus datang dan membawaku menuju ke Kota Batu Sangkar.
lelah selama perjalanan panjang, membuatku tertidur cukup lama, dan akhirnya saya dikejutkan dengan suara panggilan penumpang disebelah saya.
"mas, bangun mas. kita sudah sampai di Kota Batu Sangkar".
dengan logat Minang nya yang khas.







Tidak ada komentar: